Menyambung sekelumit cerita sebelumnya tentang bagaimana menjadi experienced translator yang diburu oleh klien dan agensi….

Akhirnya ketika saya berproses dalam karir penerjemahan, saya bukan hanya ditantang untuk fasih berbahasa, tapi juga melek teknologi informasi. Soalnya, dunia penerjemahan profesional menuntut saya—salah satunya—untuk berhadapan dengan beragam software yang bahkan sama sekali tidak pernah saya dengar di bangku kuliah. Ya, saya bisa memastikan bahwa saya mengenal beragam varian sistem operasi, perangkat lunak office, perangkat lunak desain grafis, perangkat lunak animasi, perangkat lunak authoring, perangkat lunak utility, dan sebagainya. Tapi saya tidak tahu-menahu soal CAT tools!

Hingga akhirnya saya harus mencicipi CAT tools satu per satu. Beberapa di antaranya saya pelajari sambil mengerjakan proyek kecil-kecilan dan beberapa lainnya saya pelajari sambil menunggu tawaran job mampir ke e-mail saya.

Apa Itu CAT tool

Bagi pembaca yang sedang mempelajari soal penerjemahan dan ingin mengenal CAT tool, silakan baca salah satu e-book mengenai “introduction to CAT tool” terbitan memoQ di sini.

Investasi CAT tool

Siapapun tentu setuju jika investasi CAT tools itu luar biasa dahysat. Bayangkan saja, untuk 1 lisensi SDL Trados Studio Freelance 2015 saja kita harus mengeluarkan biaya sekitar 695 EUR, 1 lisensi Wordfast besarnya 500 EUR, dan 1 lisensi MemoQ sebesar 620 EUR. Belum lagi CAT tool lain yang harganya tidak jauh beda.

SDL Trados, an ultimate CAT tool

Di awal karir, otomatis saya belum bisa membeli semua CAT tool yang ada di pasaran. Jangankan membeli semua yang ada di pasaran, membeli 1 saja tidak sanggup. Apalagi “pendapatan” belum mencapai ribuan dolar per bulan hehehe….

Maka bagaimana cara saya mendapatkan CAT tool (tanpa membelinya), lalu mempelajari dan menggunakannya dalam job-job yang saya terima?

1. Unduh versi trial

Hampir semua CAT tool di pasaran memiliki versi trial dan demo. Kebanyakan masa trial yang ditawarkan adalah 30-45 hari. Untuk rentang waktu sebulanan ini, tentu bisa dibilang lebih dari cukup untuk mempelajari dan menjajal kemampuan CAT tool yang bersangkutan dalam proyek penerjemahan sungguhan. Begitu masa trial habis, tinggal uninstall lalu instal lagi. Tapi, hal ini tentu akan merepotkan, jadi silakan ambil opsi nomor dua berikut ini.

Catatan:

– Saya lebih suka menggunakan CAT tool versi demo seperti Wordfast karena selain tidak ada batas waktu (trial), fungsi dan fiturnya tidak ada yang dikurangi. Hanya saja, jumlah segmen yang bisa diterjemahkan tidak unlimited alias dibatasi beberapa ratus segmen saja. Hal ini biasanya dapat diakali dengan beberapa cara “memecah” dokumen yang semula beratus-ratus halaman menjadi separuh atau sepertiganya.

– Sekedar informasi, memoQ akan secara otomatis menjadi free version saat masa trialnya habis. CAT tool besutan Kilgray ini bisa jadi alternatif lho, meskipun untuk free version memiliki beberapa keterbatasan, misalnya hanya bisa mengimpor 1 file dan 1 TM (translation memory) per project.

2. Unduh yang gratisan

Beberapa CAT tool juga ada yang gratis seperti Across. Bahkan ada juga yang lintas platform (Windows – Linux – Mac). Misalnya CafeTran, OmegaT, POedit, Heartsome, dan lain-lain.

Across, salah satu CAT tool andalan saya

Di awal-awal waktu saya menerima job terjemahan, saya juga menggunakan CAT tool gratisan, terutama Across. Sampai sekarang pun saya masih mengandalkan yang gratisan 🙂

3. Gunakan platform online

Yang menarik saat ini adalah tersedianya CAT tool online. Sebut saja Wordfast Anywhere dan Matecat. Keduanya memiliki fungsi yang sama dan fitur yang hampir sama dengan CAT tool konvensional (yang harus diinstal ke komputer), meski tetap memiliki beberapa keterbatasan terutama dalam hal ekspor-impor file tipe tertentu.

Beberapa agensi malah memiliki platform tersendiri, jadi kita tidak perlu membeli CAT tool jika bekerja untuk mereka. Misalnya saja Motaword dan Xingcloud.

4. Gunakan Time Stopper

Pernah dengar perangkat lunak bernama Time Stopper? Jika belum, silakan baca tulisan lama saya di sini.

Sebenarnya trik ini sama sekali tidak saya rekomendasikan pada CAT tool karena saya pikir ini menyalahi ketentuan penggunaan Time Stopper. Bahkan menggunakan Time Stopper pada CAT tool, bagi saya hampir mirip dengan menggunakan perangkat lunak bajakan 🙂

5. Menulis review

Percaya atau tidak, menulis review seputar CAT tool juga pernah membuat saya mendapatkan lisensi CafeTran Espresso secara cuma-cuma.

CT (CafeTran), CAT tool lintas platform yang patut dipertimbangkan kepemilikannya

CT (CafeTran), CAT tool lintas platform yang patut dipertimbangkan kepemilikannya

Tulisan saya mengenai CafeTran Espresso bisa dibaca di sini. Jadi, jika ingin mendapatkan CAT tool secara cuma-cuma, silakan menulis ulasan tentang CAT tool yang diinginkan, siapa tahu beruntung mendapatkan lisensi cuma-cuma.

6. Menjadi in-house translator

Menjadi in-house translator sudah barang tentu akan difasilitasi oleh kantor tempat kita bekerja. Mentor saya, adalah seorang penerjemah yang hampir tidak pernah beli lisensi CAT tool apapun karena lisensi CAT tool sudah disediakan oleh kantornya.

Mengapa saya butuh banyak CAT tool?

Klien seringkali datang menawarkan job dengan membawa format file tertentu. Kadang mereka juga sudah menyiapkan dokumen mereka dalam bentuk package hasil ekspor dari suatu CAT tool tertentu. Atau, sebuah agensi sudah terbiasa menggunakan CAT tool tertentu sehingga mereka meminta kita untuk mengirimkan file terjemahan dalam format package yang sudah familiar bagi mereka. Maka, inilah alasannya mengapa kita perlu bermacam-macam CAT tool: agar bisa meng-handle format file apapun.

Tidak bisakah kita memiliki 1 saja yang bisa meng-handle semua jenis format file?

Tentu bisa. SDL Trados misalnya. Ia adalah salah satu CAT tool yang hampir bisa menangani format file apapun. Dan karena kemampuannya ini, menjadikan SDL Trados sebagai the ultimate weapon-nya pada penerjemah profesional. Atau bisa juga memilih Wordfast yang popularitasnya sama tingginya dengan SDL Trados. Tapi perlu diingat, bahwa setiap CAT tool memiliki karakteristik dan kapabilitas tertentu yang bisa jadi tidak dimiliki CAT tool lain. Oleh karena itu, memiliki lebih dari 1 CAT tool tentu lebih dianjurkan.

Di mana saya bisa belajar tentang CAT tool?

Tempat paling tepat untuk mempelajari suatu CAT tool tentu ada di situs resmi CAT tool yang bersangkutan karena mereka pasti mengunggah e-book maupun video tutorial penggunaan CAT tool buatan mereka.

Ke depan, saya juga ingin menulis sedikit tutorial tentang penggunaan CAT tool. Mudah-mudahan bisa dijadikan sumber belajar alternatif bagi para pembaca sekalian 🙂

Bersambung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *