3. Lisensi software

Menerjemahkan untuk mendapat lisensi software? Kenapa tidak? Hanya saja, memang belum pernah saya coba hehehe….

Yang pernah saya lakukan adalah menulis review suatu software kemudian dapat lisensinya secara cuma-cuma 🙂

Baca juga: Nulis review dapat lisensi CAT tool

Tapi saya pikir, bisa saja. Hanya saja, mungkin, berlaku untuk kondisi-kondisi berikut:

  1. Pengembang software membuat 2 versi software: gratis dan berbayar;
  2. Kita menawarkan diri untuk menerjemahkan atau melokalkan UI software yang gratisan;
  3. Siapa tahu, mungkin kita akan diberi lisensi untuk software berbayar mereka, atau malah ditawari untuk menerjemahkan antarmuka aplikasi atau dokumen-dokumen mereka dengan dibayar penuh sesuai tarif kita.

Salah satu klien paling pertama saya adalah sebuah agensi asal Tiongkok. Semula, saya ingin—secara iseng—melokalkan suatu aplikasi utility untuk mengisi waktu luang. Saat itu, saya menghubungi pihak pengembang aplikasi tersebut, menyatakan menawarkan diri untuk melokalkan antarmuka aplikasi mereka ke dalam bahasa Indonesia. Ternyata, yang membalas e-mail saya adalah agensi penerjemahan yang selama ini menangani proyek-proyek pengembang aplikasi tadi. Bukan saja saya diizinkan menerjemahkan antarmuka aplikasi mereka, tapi saya juga diberi pekerjaan penerjemahan berbayar. Tapi, jangan tanya tarifnya. Tiongkok, gitu loh. Hanya saja, sebagai bagian dari “album” debut saya saat itu, bayarannya cukup bikin girang 🙂

4 thoughts on “Berkah Penerjemahan Sukarela

  1. Saya juga anggota penerjemah di Wikipedia. Menurut mas, apakah pengalaman menerjemahkan di Wiki dapat dijadikan modal untuk melamar job di agency berbayar?

    Thanks and Regards

    • Halo Mas Mario,
      Mengenai hal tersebut, saya tidak dapat memastikan karena tiap agensi (terutama agensi asing) punya kebijakan tersendiri dalam merekrut penerjemah. Tapi di awal karir saya (4 tahunan lalu), saya berulang kali mendapat kepercayaan dari beberapa agensi penerjemah asing untuk terlibat dalam proyek penerjemahan berbayar mereka “hanya” bermodalkan pengalaman menjadi penerjemah sukarela di beberapa proyek FOSS dan proyek-proyek lain yang bersifat voluntary. Karena tidak ada agensi yang akan mau mempekerjakan penerjemah yang CV-nya masih nol pengalaman, kan? Sementara, untuk pemula seperti saya, dari mana lagi saya bisa belajar menerjemahkan kalau tidak dari proyek-proyek semacam Wikipedia? 🙂
      Tapi bagi saya pribadi, Wikipedia hanya sekadar jalan pembuka saja, bagi saya yang tidak pernah mendapat kesempatan magang bersama penerjemah atau agensi di sini. Tentu, akan jauh lebih berbobot nilainya di mata agensi penerjemahan kalau pengalaman yang dilampirkan adalah pengalaman magang di biro penerjemahan atau pengalaman menerjemahkan untuk klien langsung (misalnya menerjemahkan abstrak untuk mahasiswa, menerjemahkan sebuah dokumen untuk sebuah lembaga, dll.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *