Voice-over

Voice-over memang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan menerjemahkan. Tapi penerjemah yang memiliki suara bagus bisa sekaligus menjadi voice-over artist. Tak jarang, lowongan kerja sebagai voice-over artist juga ditawarkan di Translatorscafe dan Proz.

Kebetulan suara saya sangat fals, jadi belum pernah dan sepertinya tidak akan pernah mencicipi pengalaman menjadi voice-over artist 🙂

Subtitling

Subtitling adalah pekerjaan yang berkerabat dekat dengan pekerjaan penerjemahan teks. Dan kalau boleh saya bilang, pekerjaan subtitling juga sama menantangnya dengan transcreation, hanya saja dengan bayaran “lebih kecil”. Kenapa menantang? Karena kita dibatasi jumlah karakter per baris per durasi dialog atau narasi, dan kadang sekaligus diminta melakukan sinkronisasi pada video yang bersangkutan. Sebelumnya saya sudah mengulas mengenai pekerjaan subtitling di sini dan di sini.

Interpreting

Menguasai bahasa asing dan bahasa Indonesia secara lisan dan tertulis, punya suara bagus dan berbicara lancar, mampu berpikir cepat dan simultan, serta dapat bekerja secara multitasking adalah sekian dari syarat menjadi interpreter. Interpreting juga adalah pekerjaan menerjemahkan, yaitu menerjemahkan bahasa lisan pada sebuah konferensi, pidato, rapat, dan lain sebagainya untuk audiens yang tidak memahami bahasa asing (jika pembicara atau acaranya menggunakan bahasa asing). Hanya saja perlu dipahami, bahwa tidak semua penerjemah bisa melakukan interpreting. Sebaliknya, interpreter pasti sekaligus seorang penerjemah. Mengapa demikian? Tentu karena perbedaan cara kerja, ritme kerja, dan kemampuan berbicara. Ada penerjemah yang juga sekaligus pandai berbicara / orasi / public speaking dan bersuara bagus sehingga bisa merangkap menjadi interpreter. Tapi ada juga penerjemah yang sangat pandai menerjemahkan teks tertulis namun tidak pandai berbicara (misalnya karena memang pendiam atau suka kikuk dan gugup saat bicara di depan orang banyak), sehingga ia tidak bisa menjadi interpreter.

Sama seperti voice-over, interpreting bukan pekerjaan yang cocok untuk saya. Terutama karena saya tipikal orang yang tidak dapat berpikir sekaligus berbicara cepat dan lancar, plus tidak bisa multitasking.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *