Pada tulisan saya yang terdahulu, saya sudah menuliskan cara agar cepat direkrut agensi asing. Tapi sepertinya saya lupa menuliskan di mana tempat paling tepat untuk “berburu” agensi asing tersebut. Nah, sebenarnya, kalau kita hendak melamar menjadi penerjemah lepas di agensi asing, di mana sih tempatnya? Terus, bagaimana “prosedur” melamar ke agensi asing itu? Apa yang bisa membuat mereka tertarik merekrut kita?

Kompetisi memenangkan hati agensi

Jujur saja, selama hampir 4 tahun menyelami dunia penerjemahan, jumlah agensi asing yang bekerja sama dengan saya masih bisa dihitung dengan jari. Volume dan intensitas pekerjaan yang dipercayakan pada saya juga masih belum stabil. Ada kalanya turun pekerjaan dengan volume besar, tapi selang beberapa minggu, tak ada pekerjaan lagi. Pekerjaan baru akan turun beberapa bulan kemudian. Atau, kadang sering ada pekerjaan terjemah, seminggu bolak-balik dua atau tiga kali, tapi volumenya kecil. Apa yang salah dengan hal ini? Apakah cara saya “mendekati” agensi? Apakah kualifikasi saya yang masih rendah? Atau malah kualitas pekerjaan saya? Satu hal yang jelas saya pahami adalah bahwa saya ini “hanya” penerjemah freelance, sementara pekerjaan terjemahan sudah barang tentu diprioritaskan pada penerjemah in-house mereka (agensi yang bersangkutan). Tapi, meski “sekadar” tenaga freelance, tak bisakah saya merebut hati agensi agar senang bermitra dengan saya?

daftar agensi penerjemahan

Melamar ke agensi asing

Menurut saya pribadi, memenangkan hati agensi asing memang susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Susahnya adalah kita harus berkompetisi dengan ratusan atau bahkan ribuan penerjemah yang juga ingin bermitra dengan agensi tersebut. Bahkan, dengan cover letter dan isi CV yang “keren” tidak serta-merta menjamin kita segera diprioritaskan. Semua lamaran yang masuk ke agensi pasti keren-keren. “Keren”-nya saya, pasti belum apa-apanya dibandingkan dengan kerennya penerjemah lain. Belum lagi kebijakan agensi soal perekrutan tenaga freelance yang berbeda-beda.

Tapi, kalau menarik perhatian agensi asing agar mau bermitra dengan kita dibilang mudah, ya memang cukup mudah. Tinggal pancing mereka dengan CV yang mentereng dan jika ada tes saringan, kerjakan sebaik mungkin. Yang susah adalah mendapatkan kerja dari mereka secara rutin dan kontinyu hehe…. Sekali lagi ingat, mereka tetap memprioritaskan in-house translator mereka.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa merebut hati agensi agar senantiasa menggunakan jasa kita? Nanti akan kita bahas di artikel selanjutnya 🙂

Email lamaran ke agensi

Membuat email lamaran (bahasa, gaya, konten) agar dilirik agensi ternyata juga susah-susah gampang. Sebagai alat berjualan, kita disarankan agar email lamaran ditulis secara singkat dan langsung ke intinya. Alasannya, tiap hari agensi pasti menerima ratusan email lamaran. Mereka tidak akan punya waktu untuk membaca semua email, apalagi membaca CV kita.

Apa yang harus agensi ketahui tentang kita?

  1. Pasangan bahasa yang kita kerjakan. Bisa ditulis sebagai subjek email, misalnya “Reliable EN-ID freelance translator”;
  2. Tarif per kata, per 1.000 kata, per jam, atau tarif khusus jika ada. Tarif juga bisa disertakan dalam subjek email, misalnya “Reliable EN-ID freelance translator (0.07 USD/word)”;
  3. Jam kerja dan daily output untuk masing-masing layanan yang kita tawarkan. Misalnya 2.000 kata untuk terjemahan, 4.000 kata untuk proofread, dst.;
  4. CAT tool yang kita gunakan;
  5. Layanan yang kita tawarkan selain menerjemahkan, misalnya interpreting, subtitling, voice over, dst.;
  6. Kelebihan-kelebihan kita, misalnya lulusan fakultas Sastra Inggris dengan pengalaman selama sekian tahun di bidang tertentu, detail-oriented, mampu memenuhi tenggat, disiplin, suka belajar hal-hal baru, dll. Ungkapkan secara singkat saja, misalnya: Ability to meet deadline, active learner, and open-minded are just a few things about me;
  7. Jika kita pernah mengikuti kursus terjemahan, kursus CAT tool, kursus subtitling, atau kursus lain yang berkaitan dengan penerjemahan, sebutkan saja di CV;
  8. Jika punya pengalaman yang sekiranya berkaitan dengan dunia penerjemahan dan penulisan (misalnya pernah atau masih menjadi kolumnis di majalah olahraga), sebutkan saja di CV;

Apa yang tidak perlu agensi ketahui tentang kita?

  1. Tempat dan tanggal lahir;
  2. Minat dan hobi;
  3. Pendidikan TK sampai SMA. Sebutkan saja jenjang pendidikan yang paling terakhir, misalnya S-1 Sastra Inggris;
  4. Pengalaman yang tidak ada kaitannya dengan dunia penerjemahan;

Ini dia daftar agensinya….

Setelah menyiapkan email lamaran dan CV, sekarang tinggal dikirim ke agensi tujuan. Mana saja agensi yang akan kita tuju?

Di direktori agensi penerjemahan milik ProZ, ada hampir 60.000 agensi yang siap bermitra dengan freelancer dari seluruh dunia. Saya sarankan, luangkan waktu setidaknya 1 jam setiap hari untuk menjelajahi direktori agensi penerjemahan di ProZ dan melihat setidaknya 5 sampai 10 profil agensi yang ada. Kunjungi situs web mereka, dapatkan alamat emailnya, lalu tawarkan jasa kita pada mereka. Jika 1 hari kita bisa mengirim 5 sampai 10 email, dalam sebulan kita sudah punya setidaknya 150 sampai 300 calon mitra. Anggap saja dari 150 agensi yang kita tuju, ada 5 agensi yang mau menerima pinangan kita dan mau berbagi pekerjaan terjemahan setiap minggunya. Lumayan, bukan?

Daftar agensi penerjemahan

Daftar agensi penerjemahan di ProZ

Selain di ProZ, kita juga bisa melihat Hall of Fame-nya TranslatorsCafe. Di sana memang hanya menyajikan 21 agensi teratas yang dianggap paling top dalam hal komunikasi, memiliki project manager paling bersahabat, tarif yang kompetitif, dan paling banyak mendapat penilaian positif dari rekan-rekan freelancer yang pernah dan atau masih bekerja sama dengan mereka. Meski tidak sebanyak di ProZ, jika kita bisa memikat 5 dari 21 agensi saja, sudah lebih dari lumayan, kan? Siap-siap saja atur ulang jadwal dan prioritas kerja 🙂

Nah, sudah siap bermitra dengan 60.000 agensi di seluruh dunia? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *