Article by James Mulvey, translated from https://blog.hootsuite.com/linkedin-etiquette-fails/.

Semua orang bisa menandai etika kerja yang buruk saat melihatnya: berbicara di telepon (pribadi) dengan suara keras, memasak ikan salmon Atlantik menggunakan microwave kantor, atau membawa anjing galak ke acara rapat. Tapi seberapa sadarkah Anda tentang etika buruk di LinkedIn?

Bagi kita—pembaca yang bernilai, cerdas, dan maju secara sosial—kesalahan etiket di Linkedin berikut ini akan terasa seperti hal biasa. Namun, hal tersebut masih saja terus terjadi setiap hari.

Anda punya tip etiket ber-LinkedIn sendiri? Silakan bagikan melalui kolom komentar.

1. Menghubungkan diri dengan manajer HRD sebelum interview

Oh ya, ini menakjubkan. Pekerjaan impian. Sebentar lagi akan tercapai. Dan kemudian di malam sebelum interview ada notifikasi “menjanjikan” dari LinkedIn: “Jas Diamond, manajer HRD di <Perusahaan Impian Anda>, baru saja melihat profil LinkedIn Anda.”

Apa yang harus Anda lakukan?

Mengirim permintaan koneksi? Mereka baru saja melihat profil Anda. Barangkali ini kesempatan bagus untuk menunjukkan betapa ANDA MENGINGINKAN PEKERJAAN INI.

social profile

Profil di media sosial. Copyright: aniwhite / 123RF Stock Photo

Mengirim permintaan koneksi ke majaer HRD—atau siapa pun yang belum Anda kenal di perusahaan—sebelum wawancara kerja pertama Anda adalah sedikit terlalu pribadi. Manajer HRD itu mewawancarai banyak calon karyawan dan tidak perlu terhubung dulu dengan mereka.

Rencana yang lebih baik adalah menunggu sampai Anda mendapat tawaran pekerjaan atau setidaknya sampai wawancara selesai. Atau tunggu manajer HRD dulu yang meminta untuk terhubung dengan Anda.

2. Rekomendasikan! Rekomendasikan! Rekomendasikan!

Saya memiliki keterampilan. Anda memiliki keterampilan. Dia memiliki keterampilan. Tidakkah kita seharusnya saling merekomendasikan?

endorsing expertise in LinkedIn

Endorse (rekomendasikan) keahlian di LinkedIn

Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat pekerjaan di Hootsuite. Seperti yang mungkin Anda ketahui, kami menawarkan perangkat lunak manajemen media sosial.

Adik saya memanggil saya dan berkata, “Ayah dan ibu benar-benar bangga padamu. Mereka bilang, kau mendapat pekerjaan sebagai seorang eksekutif di pabrik permen? Sesuatu yang ‘tootsuite.’”

Kami sama sekali tidak membuat permen. Dan saya bukanlah seorang eksekutif.

Beberapa hari kemudian, seseorang yang saya kenal (sebut saja  ayah saya*) merekomendasikan saya di Linkedin untuk keahlian “optimasi konversi”, sebuah keterampilan yang saya yakin ia kait-kaitkan dengan pekerjaan sehari-hari seorang eksekutif di perusahaan permen fiktif.

Orang tua saya tidak tahu tentang apa yang saya lakukan demi menghidupi diri sendiri. Tapi itu tidak masalah. Secara umum, hindari merekomendasikan orang yang Anda belum pernah bekerja dengannya. Hal ini akan menjaga citra profesional dan kejujuran setiap orang.

*Tak mengapa jika saya meledek ayah saya di artikel ini toh beliau tidak akan pernah melihat/membacanya.

3. Tidak punya alasan untuk terhubung

Banyak orang di LinkedIn akan coba terhubung dengan Anda. Pasti mereka memiliki alasan. Namun kebanyakan permintaan koneksi dari orang asing terasa seperti ini:

Hai rekan pebisnis!

Anda tidak mengenal nama ataupun foto profil LinkedIn saya. Hal ini dapat dimaklumi karena kita belum pernah bertemu, belum pernah melakukan bisnis bersama, terpisah jarak sejauh 10.000 mil, dan sepertinya tidak punya kesamaan.

Katakanlah, saya sedang menjelajahi LinkedIn dan melihat profil Anda. Saya pikir—mengapa tak saya tambahkan orang asing ini ke dalam jaringan profesional terpercaya saya?

Mau bergabung?

Jika Anda ingin terhubung dengan orang asing di LinkedIn, pastikan Anda memiliki alasan dan sesuatu yang berbau bisnis untuk ditawarkan.

Tidak perlu muluk-muluk. Katakanlah Anda baru saja membaca postingan blog saya. Atau sebutkan jika di masa mendatang Anda mungkin akan perlu mempekerjakan seseorang dengan keterampilan seperti yang saya miliki. Pesan pribadi apa pun akan lebih baik daripada permintaan untuk terhubung yang acak.

4. Mencari pasangan hidup

Apakah ada orang yang benar-benar menggunakan LinkedIn untuk menemukan kekasih atau mencari mantan kekasih?

Pencarian cepat di Google menyatakan “ya”. Seperti yang dilaporkan Chicago Tribune, ada aplikasi yang disebut BeLinked. Aplikasi ini mencocokkan jodoh berdasarkan profil LinkedIn Anda. Cerdik!

Keluhan yang populer dari pengguna Reddit salah satunya adalah orang berkali-kali melihat profil mantan kekasih mereka. Sekali, mungkin saja. Tapi berkali-kali? Menyeramkan.

Jika Anda mencari pasangan hidup, Anda salah tempat. Ada ratusan aplikasi, situs, dan jejaring sosial untuk membantu menemukan pacar. Jaga LinkedIn untuk tujuan profesional.

Panduan singkat agar sukses di LinkedIn

Jika Anda menawarkan pekerjaan atau bisnis baru, terhubunglah dengan orang-orang yang memiliki keterampilan yang relevan. Orang-orang, bahkan orang asing, suka pekerjaan dan klien baru.

Tidak mengapa untuk melihat profil orang asing berlama-lama asal tujuan Anda profesional. Tapi harap diingat bahwa mereka akan mendapat notifikasi setiap kali Anda melihat profil mereka.

Jika Anda ingin terhubung dengan orang asing, pastikan Anda memiliki alasan dan sesuatu yang bernilai untuk ditawarkan. Misalnya, Anda berdua sama-sama memiliki situs web ecommerce, tinggal di kota yang sama, dan melayani pelanggan yang sejenis sehingga tepat rasanya untuk saling bermitra dalam hal promosi.

Ingin membangun jaringan? Cobalah berbagi konten menarik ketimbang terhubung dengan orang asing secara acak. Tulislah artikel yang mendalam. Atau kirimkan salinan laporan industri baru Anda ke seseorang.

Jika Anda mencari pasangan hidup, Anda salah tempat. Ada ratusan aplikasi, situs, dan jejaring sosial untuk membantu menemukan pacar.

Fokuslah pada kualitas hubungan daripada jumlah kontak Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *