Article by Lisa Evans, translated with permission from Entrepreneur.com.

berpikir positif

Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/wavy1/3057284879

Berpikir positiflah maka kesuksesan akan menghampiri. 

Kekuatan berpikir positif seringkali digaungkan sebagai rahasia menuju kesuksesan, atau kira-kira begitu seperti dijabarkan dalam buku The Secret. Ternyata tidak juga, kata Gabriele Oettingen psikolog dari Universitas New York. Dalam bukunya Rethinking Positive Thinking: Inside the New Science of Motivation, Oettingen berpendapat bahwa berpikir optimis sebenarnya dapat menghambat jalan Anda menuju sukses.

“Berpikir positif perlu dilihat dengan cara yang lebih modern daripada hanya sekedar berpikir positif dan menganggap semuanya akan beres,” ujar Oettingen. Kenyataanya, ia berpendapat bahwa dalam mencapai tujuan yang sangat penting, harapan yang berbunga-bunga justru membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat.

Dalam sebuah studi, Oettingen membagi secara acak sekelompok mahasiswa sarjana ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk membayangkan akan mendapat nilai bagus, bersenang-senang di sebuah pesta, dan berpikir positif tentang segala sesuatu yang akan terjadi pada minggu mendatang. Mahasiswa di kelompok kedua diminta untuk merekam pemikiran dan mimpi mereka tentang minggu berikutnya, entah itu baik ataupun buruk. Secara mengejutkan, mahasiswa yang diminta untuk berpikir positif mencapai lebih sedikit hal dibandingkan mahasiswa pada kelompok kedua yang menggunakan pendekatan realistis.

Pada studi yang lain, sekelompok peserta dengan obesitas yang membayangkan akan kehilangan 24 pon berat badannya justru lebih sedikit dari mereka yang tidak menggunakan pendekatan angan-angan.

Optimisme buta, ternyata tidak memberi cukup motivasi seperti anggapan lama. Mengapa?

Berpikir positif menghasilkan respon psikologis – menurunkan tekanan darah kita – yang menurut Oettingen menghilangkan motivasi kita. Kondisi relaksasi seperti ini dapat melahirkan rasa puas. Berkhayal atau bermimpi tentang sesuatu yang kita inginkan mengelabui pikiran kita seolah kita telah mencapainya dan oleh karenanya menurunkan energi serta motivasi yang justru kita butuhkan untuk mencapainya secara nyata. “Dengan merasa Anda telah mencapainya, Anda akan merasa rileks dan energi pun menurun,” ujar Oettingen.

Baca juga: Waktunya untuk Mencintai Kembali Bisnis Anda

Saat Oettingen berujar bahwa ini bukan berarti kita harus berpikir negatif setiap saat, masalah justru terjadi saat kita hanya membayangkan tujuan yang ingin kita capai. Hanya berpikir positif tentang tujuan yang menjadi nyata tidak memberikan kita energi dan usaha yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan kita.

Untuk melakukan hal ini, Oettingen mengembangkan sebuah teknik yang disebut “mental contrasting”, yaitu sebuah pendekatan yang menggabungkan rasa realitas, yang akan membantu orang-orang mendapatkan pandangan terhadap harapan-harapan mereka serta mengidentifikasi hambatan yang menghalangi. Strategi ini dirangkum dalam akronim WOOP (kependekan dari wish, outcome, obstacle, plan).

Wish (harapan): Lanjutkan dan bermimpilah untuk mengidentifikasi apa yang Anda inginkan.

Outcome (hasil): Bayangkan hasilnya, memungkinkan Anda merasakan pencapaian dari keinginan Anda.

Obstacle (hambatan): Identifikasikan apa yang menghalangi Anda dalam mencapai dan merasakan hasil yang Anda inginkan.

Plan (rencana): Lakukan rencana eksekusi dengan semestinya, pertimbangkan bagaimana Anda akan mengatasi hambatan yang sudah teridentifikasi.

Proses mental contrasting ini tidak hanya menanamkan mimpi dalam kenyataan, tapi juga membantu Anda memprioritaskan apa-apa yang harus dikerjakan. Oettingen berujar bahwa kadang orang-orang membayangkan sebuah tujuan, tapi setelah memikirkan semua hambatannya mereka merasa bahwa tujuannya itu tidak dapat dikerjakan dengan mudah dan akhirnya mereka menundanya untuk diwujudkan di lain waktu, menyesuaikan kembali tujuannya, atau malah menjadikan tujuannya itu semakin tidak jelas. Proses ini membantu menghemat waktu dan energi dalam memimpikan tujuan yang tidak rasional yang mungkin tidak dapat Anda capai.

Baca juga: Sisi Terang Berpikir Negatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *