Article by Travis Bradberry, translated with permission from Entrepreneur.com.

kualitas hidup penerjemah

Sumber gambar: https://goo.gl/lIrTbi

Kita harus sangat berhati-hati dengan apa yang kita kejar, karena kebiasaan kitalah yang akan menentukan hasilnya.

Dalam fabel karya Hans Christian Andersen The Red Shoes, seorang gadis muda mendambakan sepasang sepatu merah yang indah. Dia dengan cerdik mengakali seorang wanita buta yang merawatnya hingga akhirnya ia dibelikan sepatu tersebut. Kecintaannya terhadap sepatu merah menyebabkan dirinya memprioritaskan sepatu di atas hal-hal lain yang lebih penting dalam hidupnya, dan, seperti yang umumnya terjadi dalam fabel, karma tidak berpihak padanya. Sepatu tersebut terpasang kuat pada kakinya dan menyebabkannya menari tanpa henti, sehingga ia hampir mati karena kelelahan dan kelaparan.

Baca juga: 9 Kebiasaan Buruk yang Harus Anda Akhiri Agar Menjadi Lebih Produktif

Kita bisa saja mencemooh kebodohan gadis tersebut, tapi di kehidupan nyata, kita sering melakukan hal yang sama—kita mengejar hal-hal yang kita pikir akan membuat kita bahagia dan tanpa kita sadari malah mengarahkan kita ke jurang penyesalan.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengalami kepuasan kerja yang tinggi bukanlah orang yang bekerja di kantor besar dan menyenangkan; namun mereka yang memperlakukan pekerjaannya sebagai panggilan jiwa, meskipun itu melibatkan pekerjaan kasar.

Studi lain menemukan bahwa hanya dengan melihat logo makanan cepat saji membuat orang menjadi tidak sabaran. Hal ini bukan dikarenakan oleh adanya karakter intrinsik dalam makanan cepat saji yang membuat orang menjadi tidak sabaran; namun kebiasaan yang dapat kita asosiasikan dengan makanan cepat saji, seperti selalu terburu-buru, makan dalam perjalanan, dan tidak pernah bisa santai meski hanya untuk menikmati makanan sehat, itulah yang menjadikan kita tidak sabaran.

Kita harus sangat berhati-hati dengan apa yang kita kejar, karena kebiasaan kitalah yang akan menentukan hasilnya. Menumbuhkan kebiasaan berikut akan membimbing Anda ke arah yang tepat. Anda akan diarahkan ke kehidupan yang lebih berarti, di mana Anda menumbuhkan yang terbaik dalam diri Anda.

1. Menjauhlah dari orang-orang yang bisa menurunkan kualitas hidup Anda.

Jika hanya dengan melihat logo perusahaan makanan cepat saji membuat Anda merasa tidak sabaran, pikirkan seberapa besar dampak yang dapat Anda terima dari orang-orang yang memberi pengaruh negatif. Mereka mungkin tidak senang dengan keputusan Anda untuk menjauhi mereka, dan bahkan mereka mungkin akan menyatakannya secara terang-terangan betapa mereka tidak senang, namun bukankah itu sebanding dengan efek negatif dari mereka yang bisa kita hindari? Akan selalu ada orang-orang demikian yang mencoba masuk ke kehidupan Anda. Setiap kali Anda memikirkan rekan kerja atau orang yang membuat darah Anda mendidih,  sebagai gantinya, cobalah untuk berterima kasih pada orang lain dalam hidup Anda. Ada banyak orang yang lebih pantas Anda perhatikan, dan hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah memikirkan orang-orang yang tidak bermasalah.

2. Jangan bermain ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur.

Ini adalah masalah besar yang kebanyakan orang bahkan tidak merasakan dampak buruknya bagi kualitas tidur dan produktivitas mereka. Cahaya biru dengan panjang gelombang pendek sangat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kualitas tidur Anda. Di pagi hari, cahaya matahari mengandung konsentrasi cahaya biru yang tinggi. Saat mata Anda terpapar secara langsung, jenis cahaya ini akan menghambat produksi hormon penyebab tidur, melatonin, dan membuat Anda terjaga. Di siang hari, cahaya matahari kehilangan cahaya birunya, yang memungkinkan tubuh Anda memproduksi melatonin dan menjadikan Anda mulai mengantuk. Di sore hari, otak Anda tidak memerlukan paparan cahaya biru dan sangat sensitif terhadapnya. Kebanyakan perangkat sore hari kita—laptop, tablet, dan ponsel—memancarkan cahaya biru dengan panjang gelombang pendek secara terang dan tepat ke wajah Anda. Paparan ini menghambat produksi melatonin dan memengaruhi kemampuan Anda untuk tertidur lelap, serta kualitas tidur Anda setelah Anda tertidur. Seperti yang kita semua pernah alami, kualitas tidur yang buruk di malam hari bisa berdampak fatal. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menghindari penggunaan perangkat tadi setelah makan malam (televisi masih bisa ditoleransi bagi sebagian besar orang, asalkan mereka duduk cukup jauh dari televisi).

3. Bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang.

Bersyukur adalah pondasi menuju kedamaian dan kebahagiaan—bukan kekayaan, kemewahan, petualangan, atau mobil super cepat, namun rasa syukur terhadap apa yang telah Anda miliki. Hanya karena Anda tidak bisa membeli sampanye dan kaviar bukan berarti Anda tidak akan pernah menikmati makanan Anda. Menikmati hot dog dan bir di halaman belakang bersama teman-teman Anda juga sama nikmatnya. Jadi, jangan bodohi diri Anda dengan berpikir bahwa Anda membutuhkan sesuatu yang saat ini tidak Anda miliki untuk bisa menjadi bahagia, justru jika Anda tidak bersyukur-lah yang akan membuat Anda tidak bisa menikmati “indahnya hidup” yang sudah Anda miliki.

4. Sadarilah bahwa sesuatu itu tidak selalu tampak seperti kelihatannya.

Hal ini berkaitan dengan rasa syukur terhadap apa yang sudah kita miliki saat ini. Orang-orang yang membuat Anda iri karena kelihatannya mereka punya kehidupan sempurna mungkin malah sebenarnya menghadapi banyak masalah. “Kesempurnaan” itu bisa jadi hanya khayalan belaka. Keputusan bos Anda untuk pindah kantor bisa jadi terlihat seperti masalah besar saat pertama kali Anda mendengarnya, tapi siapa tahu ini akan menjadi hal terbaik yang pernah terjadi di hidup Anda. Anda bukan orang yang mahatahu dan bukan pula peramal, jadi bersikap terbukalah atas kejutan yang bisa terjadi, karena seringnya apa yang Anda lihat tidak selalu apa yang Anda dapatkan.

Baca juga: 10 Hal Yang Membuat Anda Menjadi Pribadi yang Kurang Menyenangkan

5. Mulailah, meski mungkin Anda akan gagal.

Banyak penulis menghabiskan waktu berjam-jam mencari ilham demi karakter dan plot cerita, dan bahkan mereka menulis sampai berlembar-lembar walaupun tahu itu tidak akan dimasukkan ke dalam bukunya. Mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa ide perlu waktu untuk berkembang. Kita cenderung langsung berhenti begitu tahu bahwa ide kita tidak sempurna dan apa yang akan kita hasilkan mungkin tidak bagus. Tapi bagaimana mungkin Anda bisa menghasilkan sesuatu yang besar jika Anda tidak memulainya dan memberi ide Anda waktu untuk berkembang? Pengarang Jodi Picoult merangkum pentingnya menghindari perfeksionisme secara berlebihan: “Anda dapat menyunting bagian halaman yang jelek, tapi Anda tidak dapat menyunting halaman kosong.”

6. Menjadi pribadi yang teratur.

Orang-orang sering bercanda tentang sedikitnya ide baru yang mereka miliki, padahal menurut saya, sumber daya yang benar-benar langka adalah waktu luang. Anda tahu siapa yang memiliki banyak waktu luang? Namun kita malah menghabiskan banyak waktu luang kita dengan berperilaku tidak teratur. Kita memegang sesuatu dua atau tiga kali sebelum kita memutuskan mau kita apakan benda/barang tersebut (misalnya menyingkirkan surat dari meja agar kita bisa memasak makan malam) dan ketika kita sudah menyingkirkannya, kita bahkan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencarinya kembali. Sediakanlah tempat untuk semua barang-barang remeh yang perlu Anda simpan saat Anda tidak punya banyak waktu, apakah itu surat izin karyawisata anak atau tagihan, dan temukan kembali semuanya dengan mudah; jika tidak Anda harus mencarinya di tumpukan barang-barang hanya untuk satu barang yang Anda perlukan.

7. Kumpulkan hal-hal yang mencerminkan diri Anda.

Pernahkah Anda menjumpai kutipan atau meme yang benar-benar merangkum perasaan Anda dan ingin Anda simpan selamanya? Anda tahu itu adalah sesuatu yang ada di jas yang Anda kenakan lima tahun lalu, dan Anda harap itu bukan sesuatu yang Anda sumbangkan untuk amal. Saat Anda menjumpai sesuatu yang mencerminkan diri Anda—entah sesuatu yang menggambarkan siapa diri Anda atau ingin menjadi siapa diri Anda—sediakanlah wadah bagi permata-permata berharga tersebut. Tidak peduli apakah itu sekedar buku catatan, buku bersampul kulit, atau sebuah folder di Evernote, sediakanlah tempat untuk mengumpulkan hal-hal penting sehingga Anda dengan mudah bisa mengaksesnya secara rutin.

8. Lakukan sesuatu yang mengingatkan siapa diri Anda.

Kita semua sering berolok-olok tentang “me time”, tapi sungguh, apa itu sebenarnya? Me time adalah melakukan kegiatan yang benar-benar kita sukai, ketika kita berlepas dari semua rutinitas kita. Entah itu sekadar berolahraga lari atau berjingkrak-jingkrak diiringi lagu tahun 80-an favorit dengan volume penuh, lakukan saja. Hal-hal tersebut benar-benar akan menyegarkan kembali diri Anda.

9. Katakan tidak.

Penelitian yang dilakukan di University of California di San Francisco menunjukkan bahwa semakin sulit Anda mengatakan tidak, Anda akan semakin tertekan, kepayahan, dan bahkan depresi, yang akhirnya akan mengikis pengendalian diri Anda. Berkata tidak benar-benar sebuah tantangan pengendalian diri terbesar bagi sebagian besar orang. “Tidak” adalah kata yang sangat kuat yang Anda tidak perlu takut untuk mengatakannya. Ketika waktunya mengatakan tidak, orang-orang yang cerdas secara emosi menghindari frasa-frasa seperti “saya pikir saya tidak bisa” atau “saya tidak yakin.” Mengatakan tidak pada komitmen baru berarti menghormati komitmen yang sudah ada dan memberi Anda kesempatan untuk bisa memenuhinya. Ingatkan diri Anda bahwa mengatakan tidak adalah pengendalian diri yang akan meningkatkan pengendalian diri di masa mendatang dengan mencegah dampak negatif atas sebuah komitmen.

Baca juga: 8 Kebiasaan Orang-orang yang Menarik

10. Tetapkan tujuan yang realistis.

Berapa banyak orang yang di bulan Januari mengatakan, “berat badan saya akan turun 30 pon di bulan Maret!”? Cita-cita yang besar, mengerikan, dan gila bisa jadi sangat menginspirasi—sampai akhirnya Anda gagal, lalu bukannya inspirasi, Anda malah mendapat kekecewaan dan rasa bersalah. Saya tidak melarang Anda untuk berhenti menetapkan tujuan yang bisa mendorong dan menantang diri Anda sendiri, hanya saja, cobalah untuk realistis.

Satukan Semuanya

Karakter Anda ditentukan oleh sikap dan bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda, begitu pun dengan kebahagiaan. Berhentilah mengejar hal-hal yang Anda pikir akan membuat Anda bahagia, dan mulailah menyadari bahwa kedamaian dan kebahagiaan sepenuhnya tergantung pada diri Anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *