Kebutuhan penerjemahan ke bahasa Jawa ternyata tidak melulu dalam bentuk tulisan Latin. Kadang ada juga yang membutuhkan terjemahan dalam aksara Jawa alias Hanacaraka. Lalu, bagaimana prosesnya? Jika Anda adalah penerjemah yang sesekali harus bersentuhan dengan bahasa / aksara Jawa (atau baru ingin mulai memasarkan jasa penerjemahan ke bahasa Jawa), dan kebetulan Anda adalah pengguna SDL Trados, maka tutorial ini mungkin akan sangat berguna.

hanacaraka

Font “Hanacaraka”. Sumber: perangkat lunak “Pallawa”.

Masalah yang jelas dijumpai oleh “penulis” aksara Jawa adalah ketersediaan jenis font yang dapat dibaca dengan baik oleh CAT tool (maupun perangkat lunak lainnya), yaitu font yang sudah sepenuhnya memenuhi standar Unicode. Untungnya, kebutuhan akan jenis font tersebut sudah terpenuhi, yaitu dengan adanya font Tuladha Jejeg. Font ini (beserta cara memakainya) dapat diunduh di sini.

Setelah font dan tata letak keyboard dipasang di komputer Anda, Anda hanya perlu “mengganti” keyboard Anda ke modus Javanese Unicode (aksara Jawa). Nanti, begitu Anda ingin beralih kembali ke mode QWERTY, Anda tinggal pindah ke mode English (US). Untuk beralih modus dari QWERTY ke Javanese Unicode atau sebaliknya, silakan baca panduan cepat yang sudah disertakan pada paket font-nya. Sekadar catatan, pada panduan tersebut dicontohkan instalasi sampai penggunaan font untuk Windows XP sampai Windows 7. Untuk versi Windows 8 sampai Windows 10, caranya tidak akan berbeda jauh dengan Windows 7.

Bagaimana prosedur pengolahan dokumennya di SDL Trados?

Prosedurnya sama dengan membuat proyek baru untuk pasangan bahasa lain. Yang Anda perlukan hanyalah mengganti modus keyboard dari QWERTY ke Javanese Unicode. Setelah itu, Anda tinggal menerjemahkan seperti biasa. Lihat contoh katalog belanja online berikut ini:

hanacaraka

Penggunaan font “Tuladha Jejeg” di SDL Trados.

Jelas sangat mudah, bukan? Satu-satunya yang sulit (bagi saya pribadi) adalah menyesuaikan “gaya” aksara pada font Tuladha Jejeg karena bentuknya sedikit berbeda dengan aksara Jawa yang pernah saya pelajari di sekolah ataupun saya temukan di majalah berbahasa Jawa, misalnya majalah Ancas.

hanacaraka

Font “Tuladha Jejeg”, bentuk aksaranya sedikit berbeda dengan font “Hancaraka”.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *