Persiapan Menjadi Seorang Penerjemah Lepas (Bag. 2)

Di tulisan yang lalu, saya sedikit mengulas soal perangkat keras dan perangkat lunak yang saya gunakan sebagai alat kerja dalam proyek-proyek penerjemahan saya. Khusus untuk perangkat lunak, sebenarnya ada banyak yang belum saya sebutkan, terutama CAT tool dan QA tool. Hal ini karena ada banyak sekali CAT tool yang ada di pasaran dan tidak semuanya saya miliki atau saya pakai. Read More

Persiapan Menjadi Seorang Penerjemah Lepas (Bag. 1)

Menjadi seorang penerjemah lepas, tentu ada banyak hal yang harus disiapkan. Mulai dari keterampilan menerjemahkan dan wawasan pada bidang yang ingin digeluti (misalnya bidang teknik, pertambangan, hukum, dsb), CV/resume, perangkat keras, perangkat lunak, dsb.

Nah pada artikel bagian pertama ini, saya akan mengupas tentang perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penerjemah, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Saya asumsikan bahwa Anda telah memiliki bekal keterampilan menerjemahkan dan kemampuan membuat CV. Sehingga dua hal ini tidak akan saya ulas. Read More

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Bekerja sama dengan Agensi Penerjemahan Asing

Selamat tahun baru! Mudah-mudahan di tahun yang baru ini, para pembaca yang budiman mendapatkan semangat baru untuk terus berkarya dan mencapai target-target yang telah direncanakan.

Di hari pertama di tahun yang baru ini, saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang hal-hal yang harus diperhatikan sebelum bekerja sama dengan agensi penerjemahan, khususnya agensi asing. Barangkali ada di antara rekan-rekan yang tahun ini berencana untuk menjajal dunia freelancing, atau sedang berencana untuk mulai go international dengan berburu proyek-proyek dari agensi luar negeri. Beberapa hal tersebut antara lain: Read More

Ulasan Singkat Buku-buku Karya Para Penerjemah

 

Penerjemah menerjemahkan buku itu sudah biasa. Tapi kalau penerjemah menulis buku?

Buku yang mengupas teori dan praktik (pengalaman) penerjemahan bisa dibilang agak susah dicari di rak-rak toko buku. Entah ada kaitannya atau tidak, mungkin ini salah satu penyebab masyarakat sering “salah kaprah” dalam memandang profesi penerjemah—karena tak ada informasi memadai mengenai dunia penerjemahan. Buku tentang penerjemahan mungkin lebih banyak beredar di kalangan akademisi—singkatnya, di kampus—sebagai buku teks mata kuliah terjemahan. Tapi tahukah Anda, kalau selain buku teks yang menjadi bahan ajar di kampus-kampus, beredar juga buku-buku karya penerjemah yang dapat menambah wawasan Anda tentang dunia dan industri penerjemahan? Read More

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerima Pekerjaan Terjemahan

“Hi Khadis, there is a new task available for you. Please find the details below….”

Saya sering menerima email dari agensi dengan kalimat pembuka seperti itu. Kebanyakan, saya beri jawaban yang sama—saya bersedia dan akan segera menerjemahkannya—karena seringnya, pekerjaan terjemahan yang saya terima adalah pekerjaan dari 1 bidang yang sama dengan proyek-proyek sebelumnya. Tapi tak jarang juga saya “salah tebak”. Saya harus membaca kembali email dengan hati-hati dan menunda membalas email tersebut sampai saya yakin saya mampu mengerjakannya.

Nah, agar tidak “salah langkah”, perhatikan hal-hal berikut sebelum menerima pekerjaan terjemahan (khususnya dari agensi). Read More

Mengenal Istilah-istilah Bidang Penerjemahan

Ada banyak sekali istilah di industri penerjemahan yang harus kita pahami, khususnya jika kita bekerja sama dengan agensi penerjemahan asing. Selain kata “deadline” alias batas waktu penyerahan kembali teks terjemahan, ada banyak sekali istilah lain yang harus dimengerti karena biasanya kita akan berkomunikasi dengan agensi menggunakan istilah-istilah tersebut.

Nah, bagi rekan-rekan pembaca yang hendak terjun ke dunia penerjemahan, barangkali perlu mengenal istilah-istilah dalam dunia penerjemahan sekadar sebagai tambahan pengetahuan. Daftar berikut saya susun menurut abjad berdasarkan pengalaman saya berhubungan dengan agensi asing dan barangkali belum semuanya saya tuliskan. Bagi yang berkenan untuk menambahkan istilah atau menjumpai ketidaktepatan definisi yang saya sajikan, silakan tinggalkan masukan di kolom komentar agar daftar di bawah ini bisa saya perbarui lagi isinya. Read More

Berani Menentang Tarif Rendah (Bag. 2)

Pada artikel sebelumnya, sudah kita lihat 2 faktor pertama yang bisa digunakan untuk menentukan besarnya tarif terjemahan. Nah, 2 faktor berikut juga tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Selamat membaca 🙂

Kesulitan pekerjaan yang tidak terduga

Selalu periksa atau minta diperlihatkan dokumen yang hendak dikerjakan, untuk memperkirakan tingkat kesulitannya. Kadang, walaupun sudah biasa mengerjakan teks berlabel “general”, antara apa yang dibayangkan dengan apa yang dihadapi bisa benar-benar berbeda. Jika ternyata dokumen tersebut “sulit” atau akan memakan waktu lebih lama dari tenggat yang diajukan klien, negosiasikan kembali tarif atau tenggatnya. Sama seperti poin di atas, pertimbangkan hal-hal yang berpotensi tidak dibayar. Jangan sampai kita mengerjakan teks yang “lebih sulit” dari biasanya, namun dengan bayaran yang sama. Apalagi jika yang akan dikerjakan merupakan pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh orang-orang tertentu alias spesialis, maka tidak boleh disamakan dengan tarif terjemahan yang bisa dikerjakan oleh siapa pun.

Teks yang susah diterjemahkan

Teks susah diterjemahkan, kadang datang tiba-tiba. Sumber dan hak cipta gambar: https://goo.gl/mVQN7x

Kesulitan lain yang mungkin dihadapi: kita harus mengonversi sendiri format file yang dikirim klien agar dapat dibuka dan dibaca di CAT tool kita lalu mengonversi kembali ke format file yang diminta atau dapat dibaca klien, mengonversi atau mengetik ulang hasil pindai OCR, dll. Pastikan untuk pekerjaan seperti ini dikenakan tarif tambahan.

Jangan tergiur proyek bervolume besar, kecuali…

Volume besar itu menyenangkan, tapi berisiko. Seringnya, pekerjaan dengan volume besar menuntut kita untuk mau dibayar murah. Biasanya, kalau dapat job dari agensi, agensi akan meminta kita menurunkan tarif atau rate karena ini proyek besar atau proyek jangka panjang. Misalnya tarif kita sebesar 0.05 USD per kata, maka agensi mungkin akan meminta kita menurunkannya menjadi 0.035 USD atau 0.04 USD per kata.

Perlukah kita menurunkan tarif kita?