Sekilas tentang Xbench

Xbench adalah salah satu QA tool yang menjadi andalan para penerjemah dan agensi untuk “mendampingi” CAT tool. Saya katakan “mendampingi” karena pada dasarnya setiap CAT tool sudah memiliki fitur QA. Hanya saja, fitur QA pada CAT tool biasanya tidak “semumpuni” fitur QA (misalnya) pada Xbench. Kesalahan yang tidak terdeteksi oleh CAT tool biasanya baru akan terdeteksi oleh QA tool.

Selain Xbench, ada juga beberapa tool sejenis yang ada di pasaran seperti Verifika (berbayar), QA Distiller (berbayar), dan Okapi Checkmate (gratis).

Baca ulasan saya tentang Okapi Checkmate di sini

Saya sudah menggunakan Xbench sejak pertama kali saya terjun di dunia penerjemahan profesional. Di awal karier, saya menggunakan Xbench versi gratis. Ketika pekerjaan saya mulai stabil, saya masih menggunakan versi gratis plus “didampingi” versi berbayar dari pihak agensi. Singkatnya, setiap pekerjaan saya di-QA ulang oleh agensi menggunakan Xbench versi berbayar mereka.

Lalu, satu tahun terakhir saya menggunakan Xbench versi trial. Karena versi ini hanya berlaku selama 30 hari, maka saya akali dengan mendaftar dan login menggunakan alamat email yang berbeda-beda. Cara ini lumayan bisa membantu saya “berhemat”. Sayangnya, setiap komputer memiliki jumlah login dan jumlah instalasi yang terbatas. Seingat saya, 1 PC bisa menggunakan 2 atau 3 kredensial login yang berbeda-beda.

Baca ketentuan trial Xbench di sini

Karena “pembatasan” ini, kadang saya minta agensi atau klien melakukan QA sendiri lalu hasilnya dikirim ke saya untuk saya cek (dan revisi jika perlu). 🙂

Perbedaan versi gratis dan berbayar

Soal perbedaan keduanya, tentu terletak pada fitur, di mana versi berbayar jelas lebih lengkap dengan kemampuan deteksi error yang lebih tinggi serta adanya berbagai pembaruan secara berkala.

Membeli Xbench

Bekerja, paling nyaman adalah menggunakan peralatan (dalam hal ini perangkat lunak) versi penuh milik sendiri, dengan kendali sepenuhnya ada di tangan kita. Karena alasan inilah saya akhirnya memutuskan untuk membeli lisensi Xbench agar saya tidak perlu berkali-kali install dan uninstall serta daftar ulang Xbench. Toh secara finansial saya sanggup membeli Xbench 🙂

Berapa harga Xbench?

Harga Xbench sesuai info di situs resminya adalah 99 Euro per tahun (belum termasuk pajak). Pembayaran dapat dilakukan menggunakan Paypal dan kartu kredit.

Sayangnya ketika saya hendak melakukan pembayaran (login ke Paypal) di peramban Google Chrome, entah kenapa saya tidak dapat melakukan transaksi. Saya sempat curiga hal ini dikarenakan oleh “dibatasinya” transaksi dari Indonesia menggunakan Paypal. Entah hal ini benar atau tidak. Lalu bagaimana saya membayar tagihan dari pihak Xbench?

Karena saya curiga dengan adanya pembatasan transaksi menggunakan Paypal dari Indonesia, maka saya coba menggunakan peramban Opera dengan opsi VPN diaktifkan dan lokasi virtual “diarahkan” ke Eropa. Saat itu, terbacalah “posisi” saya dari Belanda. Begitu saya login ulang ke Paypal, saya langsung dapat melakukan pembayaran hingga akhirnya saya resmi menggunakan Xbench versi berbayar.

Jika Anda memiliki koneksi VPN sendiri (bukan bawaan peramban), Anda bisa menggunakan peramban lain misalnya Google Chrome atau Mozilla Firefox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.